Siapa yang harus mengakui keberadaan dan peran Hidup itu ? Kita masing masing. Siapa diri kita itu? Tujuh Lapis Raga kita, dengan segala kerjanya.
Marilah, 7 (tujuh) lapis raga kita, seluruhnya kita ajak untuk mengakui keberadaan dan peranan Hidup atas diri kita. Kita ajak seluruh 7 (tujuh) lapis raga kita untuk tunduk dan menjadi abdhinya Hidup, agar setiap saat, raga kita itu diselamatkan dari hal hal dan perbuatan yang dikemudian hari bisa membuat kita tidak bahagia dan tidak bisa langsung kembali ke asal kita.
Karena hidup itu Gaib, maka untuk mengenalnya memerlukan Sarana yang bersifat Gaib pula.
Seluruhnya ada 5 (lima) sarana gaib, yang didapat Romo Herucokro Semono dari lakunya yang 41 tahun (1914 -1955). Maka, disebut Panca Gaib.
Sarana Gaib I, disebut K U N C I
Ini, gunanya, untuk memberikan bukti kepada diri kita masing masing, bahwa hidup itu memang ada dalam diri kita.
Yang dimaksud bukti, adalah bahwa diri kita masing masing, dengan menggunakan “Kunci” itu, tidak hanya percaya bahwa dalam diri kita ada Hidup, tetapi membuktikan, merasakan sendiri.
Dan kalau “Kunci” itu dihayati sungguh sungguh, diri kita masing masing akan diberi bukti tidak hanya tentang keberadaan Hidup, tetapi juga bagaimana bekerja dan kuasanya Hidup itu, atas kehidupan dan penghidupan kita sehari-hari.
Mohon perhatian :
Jangan tergesa-gesa. Pertimbangkan, renungkan dulu masak masak.
Benarkah kita memang ingin hidup Bahagia Sejati (Tentram), agar bisa selanjutya mencapai kasampurnan jati ?
Kalau kita tidak yakin, bahwa segala sesuatu itu Tuhan yang menentukan, dan yang terbaik itu apabila sesuai dengan kehendak Tuhan atas diri kita, maka seyogyanya jangan dulu mengenal Hidup, apalagi menggunakan Kunci Hidup itu.
Kalau kita yakin bahwa Tuhan yang menentukan segalanya, dan yang terbaik bagi diri kita adalah yang sesuai dengan kehendak Tuhan, bolehlah dilanjutkan.
Kalau belum yakin, bukannya tidak boleh, tetapi nantinya pasti akan dan ditinggalkan lagi, kehendak dan jalannya Hidup, yang sebenarnya merupakan kehendak dan jalan yang dikehendaki Tuhan bagi diri kita.
“ KUNCI “
Dalam menjalani Laku selama 41 tahun, Romo Semono menghabiskan waktu 25 tahun hanya untuk melengkapkan “Kunci” saja.
Tiap saat beliau hanya dapat satu huruf. Beberapa saat lagi, baru satu huruf lagi. 25 tahun baru huruf huruf yang beliau dapat itu lengkap, menjadi “Kunci”.
|