Kapribaden Header
Home Romo Herucokro Semono Kapribaden Organisasi Pengalaman Sejati Tanya Jawab F.A.Q. Kontak
 
Home » Kapribaden » Buku Hidup Bahagia » Halaman 32
 
Buku Hidup Bahagia
   
Halaman : [1] ... [29] [30] [31] [32] [33]
 

 

PAWELING

Dua macam kesalah fahaman sering terjadi terhadap Paweling ini.

Yang pertama, memperlakukan paweling seperti Aji pameling. Digunakan untuk berhubungan dengan orang lain (kadhang) dari jarak jauh. Kalaupun bisa, sayang sekali. Itu sama dengan “Menembak burung dengan meriam. Burungnya terbang, pohonnya tumbang”.

Yang kedua, memperlakukan Paweling seperti telepon, untuk menelepon ROMO, Gusti Ingkang Moho suci , Tuhan Yang Maha Esa.

Mohon petunjuk atau “dawuh” bagi dirinya. Lalu apa yang didapat, dianggapnya sebagai “dawuh”-nya ROMO, Gusti Ingkang Moho suci.

Ini sama dengan orang yang diberi satelit komunikasi, lalu hanya digunakan untuk pacaran. Jadi kalau benar benar ada “dawuh” dari ROMO, Gusti Ingkang Moho suci, saluran kita tertutup.

Untuk mengatur, melindungi, memelihara Diri Kita (jagad-cilik, micro cosmos), bahkan untuk memberi pada diri kita, Gusti Ingkang Moho Suci memberikan kuasaNya (mandatNya) kepada Hidup yang ada dalam diri kita masing masing.

Jadi tidak perlu dan tidak ada gunanya, membawa-bawa ROMO, Gusti Ingkang Moho suci. Salah salah, petunjuk atau “dawuh”-nya Hidup (Urip), kita kira petunjuk atau “dawuh”-nya ROMO, Gusti Ingkang Moho suci.

Petunjuk atau “dawuh” dari ROMO, Gusti Ingkang Moho suci, selalu menyangkut umum, bukan diri kita pribadi. Dan selalu ada tanda tanda, misalnya juga diterima sama oleh orang lain. Petunjuk atau “dawuh” seperti ini, bisa menyangkut diri kita , bisa diri kita tidak ada sangkut-pautnya sama sekali secara Gelar (lahiriah), Dan pasti terjadi, sekalipun menurut perhitungan nalar ribuan orang tidak mungkin.


Contoh “dawuh” ROMO, Gusti Ingkang Moho suci :

Tahun 1978, seorang penghayat Kapribaden, menyatakan bahwa Komunisme di Rusia dan Eropa Timur akan hilang

Tak seorangpun, saat itu mau percaya. Dan bahkan semua menyatakan tidak mungkin. Ternyata benar benar terjadi.

Lama sebelum terjadi, seorang Penghayat Kapribaden, menyatakan bahwa Amerika dan Sekutunya akan menyerang Irak. Bantahan dengan berbagai analisa dikemukakan (analisa intelejen), yang menyatakan tidak mungkin, karena Amerika akan mempertimbangkan keikut sertaan Uni Sovyet membantu Irak.

Ternyata yang terjadi sesuai “dawuh” dan tidak sesuai dengan berbagai analisa akal pikiran.

Banyak lagi, contoh lain.

Oleh karena itu, seyogyanya jangan sembarangan menggunakan Paweling. Kalau paweling kita gunakan sembarangan, nantinya kita malah tidak bisa menggunakan Paweling yang sebenarnya, yaitu untuk manunggal-kan Urip dengan URIP, Putro dengan ROMO, Gusti Ingkang Moho suci.

 
Anda Pengunjung Ke : 850059
Copyright © 2005-2008 Kapribaden - V.1. All rights reserved.