Kapribaden Header
Home Romo Herucokro Semono Kapribaden Organisasi Pengalaman Sejati Tanya Jawab F.A.Q. Kontak
 
Home » Frequently Asked Questions » Halaman 1
 
Freq. Asked Questions
   
Halaman : [1] [2]
 

Frequently Asked Questions
( Pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan )

 

1.
 
Kapribaden itu apa?
Nama Kapribaden disini tidak sama dengan istilah umum Kepribadian yang dalam ilmu psikologi disebut personality.
Kapribaden merupakan Laku Spiritual dengan memulai mengenal diri sendiri sebagai manusia. Tujuannya dengan mengenal diri sendiri yang sebenarnya lebih dulu barulah akan bisa mengenal Tuhan Yang Maha Esa (Allah, God Almighty, Gusti Ingkang Moho Suci, atau apapun disebutNYA).
Lebih lengkap tentang Kapribaden, silahkan klik disini.

     
2.
 
Untuk apa menjalani Laku Kapribaden?
Laku Kapribaden adalah Laku spiritual manusia semasa hidupnya untuk mencapai Kasampurnan Jati.
Jadi apabila kita benar-benar menjalankan Laku Kapribaden dengan mau menurut dan menuruti karsanya / kehendaknya Urip / Hidup / Roh Suci, maka dalam kehidupan dan penghidupan sehari-hari akan selamat dan tentram diayomi / dilindungi oleh Urip / Hidup / Roh Suci-nya.
Dan apabila sewaktu-waktu kita mati, raga akan segera lebur kembali ke asalnya yaitu tanah, air, hawa dan api, sedang Urip / Hidup / Roh Suci akan langsung manunggal dengan Tuhan (mencapai Kasampurnan Jati), tidak gentayangan (nglambrang) di alam antara (atau apapun disebutnya).
Lebih lengkap tentang Laku Kapribaden, silahkan klik disini.

     
3.
 
Siapa pendiri Paguyuban Penghayat Kapribaden?
Paguyuban Penghayat Kapribaden berdiri atas prakarsa Sesepuh kami, Romo M. Semono Sastrohadidjojo (Romo Herucokro Semono).
Lebih lengkap tentang Beliau, silahkan klik disini.

     
4.
 
Untuk apa Paguyuban Penghayat Kapribaden didirikan?
Paguyuban Penghayat Kapribaden didirikan atas dasar “Sabdho” dari Romo Herucokro Semono kepada Putro-Putro Romo (sebutan bagi pengikutnya). Kemudian Romo Herucokro Semono memerintahkan kepada Dr. Wahyono Rahardjo GSW., MBA beserta Ibu Hartini Wahyono yang disaksikan oleh Putro-Putro Romo untuk membentuk Paguyuban yang selanjutnya diberi nama Paguyuban Penghayat Kapribaden, dengan tujuan :
  1. Sebagai wadah untuk melestarikan kemurnian Laku Kapribaden dari Romo Herucokro Semono.
  2. Sebagai wadah bagi Putro-Putro Romo Herucokro Semono.
  3. Sebagai pengayom dan pelindung bagi warga Paguyuban Penghayat Kapribaden dalam menjalankan Laku Kapribaden.
  4. Sebagai Sarana guyub rukun Putro-Putro Romo Herucokro Semono.
     

 

 
Anda Pengunjung Ke : 696567
Copyright © 2005-2008 Kapribaden - V.1. All rights reserved.