Kapribaden Header
Home Romo Herucokro Semono Kapribaden Organisasi Pengalaman Sejati Tanya Jawab F.A.Q. Kontak
 
Home » Kapribaden » Buku Hidup Bahagia » Halaman 27
 
Buku Hidup Bahagia
   
Halaman : [1] ... [25] [26] [27] [28] [29] ... [33]
 

 

Kalau benar, sekali lagi kalau benar anda sudah demikian itu, maka besar sekali kemungkinannya anda bisa menggunakan Sarana Gaib ke-V, yaitu Paweling.


P A W E L I N G


Kata-kata Paweling :

Siji-siji, loro-loro, telu-telonono,
Siji sekti, loro dadi, telu pandito,
Siji wahayu, loro gratrahino, telu rejeki


Awas : jangan sampai anda keliru dengan “Aji Pameling” yang digunakan orang untuk berkomunikasi jarak jauh semacam telepathy.

Apabila anda memang sudah seperti yang digambarkan di depan, maka Paweling ini bisa anda gunakan dalam arti yang sebenarnya.

Paweling adalah Sarana Gaib untuk menghubungkan Hidup dalam diri anda dengan HIDUP yang meliputi (ngalimpudhi) alam semesta seisinya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Keadaan yang demikian itu, yang sesungguhnya disebut Manunggal.
Juga disebut Manunggalnya Kawulo Gusti, atau manunggalnya Putro dengan ROMO, atau Manunggalnya Hidup dengan HIDUP yang menghidupi.

(Putro adalah Hidup yang ada dalam diri kita, sedang ROMO adalah HIDUP yang meliputi, menggerakkan dan menguasai alam semesta seisinya).

Apabila anda benar bisa menggunakan Paweling, anda akan dalam keadaan Manunggal / Menyatu dengan Alam.

Keterbatasan anda sebagai manusia, lenyap (dimensi ruang dan waktu).

Anda akan mengalami berada di lebih dari satu tempat, dalam waktu bersamaan. Tetapi keberadaan anda itu bukan hanya “bayangan” anda, melainkan benar benar anda. Ditiap tempat, anda misalnya sama sama makan-minum dan berbuat seperti biasa. Disaksikan orang lain. Bahkan, anda bisa berada misalnya di 2 tempat, termasuk mobil andapun jadi dua. Hal ini beberapa kali sudah terjadi atas seseorang Penghayat laku ini, dan saksi-saksinya masih hidup.

Tentu saja, kita tidak akan mungkin terus-menerus dalam keadaan manunggal dengan Tuhan. Kita tidak akan kuat.

Maka, kalau sekali sekali diperkenankan merasakan, kita sudah mendapat anugerah yang tak ternilai. Ini berarti bahwa kita pernah menjalani “jalan kembali” kita kepada Tuhan.

Suatu kenikmatan dan kebahagiaan tertinggi yang bisa dicapai Manusia.

Apabila seseorang dalam keadaan tersebut, maka apa yang diucapkan akan terjadi. Sekalipun tidak masuk akal. Atau akal manusia tidak sampai. Meskipun pada mulanya semua orang tidak percaya dan bahkan membantah, akan terbukti bahwa ucapannya jadi kenyataan. Dan barulah orang terpaksa mengakui, sekalipun akalnya tetap tidak bisa menerima. Lalu, paling paling, disebutnya mujijat, ajaib.

 
Anda Pengunjung Ke : 0
Copyright © 2005-2008 Kapribaden - V.1. All rights reserved.