Sama atau beda

Forum sebagai salah satu sarana Gosok Ginosok yang dilandasi semangat dalam menjalani Laku Kapribaden "Laku Kasampurnan Manunggal Kinantenan Sarwo Mijil".
Forum rules
Forum sebagai salah satu sarana Gosok Ginosok yang dilandasi semangat dalam menjalani Laku Kapribaden "Laku Kasampurnan Manunggal Kinantenan Sarwo Mijil".
watisaja
Posts: 2
Joined: Sun Apr 27, 2008 11:14 pm

Sama atau beda

Post by watisaja »

tanpa bermaksud menyinggung perasaan, saya mau nanya ne, Apa sih bedanya paham kalian dengan paham-paham agama yang sudah ada? Apa alasan seseorang menghayati paham yang kalian anut?
Retno Gun
Posts: 3
Joined: Thu Apr 24, 2008 10:14 pm

Re: Sama atau beda

Post by Retno Gun »

Rahayu mbak Watisaja,

Pertanyaan mbak Wati ini memang sering ditanyakan oleh orang-orang yang memang belum pernah tahu tentang Kepercayaan terhadap Tuhan YME (di Indonesia jumlahnya ratusan paguyuban), dimana Kapribaden adalah salah satunya. Untuk itu saya ingin mencoba menjawab pertanyaan Mbak Wati ini.

Begini mbak,
Paham kami di Kapribaden itu ada persamaan dan perbedaannya dengan paham2 Agama ataupun kepercayaan yang lain.

PERSAMAANNYA adalah kita sama-sama meyakini bahwa Alam semesta dan seisinya (termasuk manusia) itu berasal dari Tuhan YME. Sehingga kelak apabila meninggal maka raga dan rohnya HARUS kembali kepadaNYA (sampurna/moksa).
Bagaimana caranya supaya bisa kembali kepadaNYA ?

Nah disitulah letak PERBEDAANNYA.
Karena Tuhan menghendaki keaneka-ragaman makluk di dunia, maka DIA juga turunkan begitu banyak "Wahyu" melalui manusia-manusia pilihanNYA (Nabi/Rasul/Sesepuh), sehingga kemudian ada HINDU, BUDHA, KATOLIK/KRISTEN, ISLAM, TAO, KONGHUCU, SIKH, KAPRIBADEN, SUMARAH, SAPTA DARMO (3 terakhir adalah beberapa Kepercayaan thd Tuhan YME di Indonesia) dan masih banyak lagi Ajaran di dunia ini yang saya tidak tahu namanya.

Lalu apa ALASANNYA saya/kami menghayati dan menjalani Laku Kapribaden ?
Saya percaya bahwa Tuhan itu Maha Tahu, jadi DIA tahu CARA YANG MANA yang paling baik bagi setiap manusia di dunia ini agar kelak bisa kembali kepadaNYA. Maka kemudian ada yang terpanggil untuk menjadi pemeluk salah satu Agama atau Kepercayaan. Jadi bagi saya pribadi, menjadi penghayat Kapribaden adalah karena panggilan Tuhan, karena Tuhan telah memilihkan jalan yang terbaik untuk saya agar kelak dapat kembali kepadaNYA.

Kalau semua manusia di dunia ini sudah bisa menerima panggilan dari Tuhan dan benar-benar jujur mau menjalankannya, maka dunia ini yang ada hanya Cinta Kasih dan Damai. Tapi kalau masing-masing masih merasa dirinya atau keyakinannya yang paling benar sedangkan yang lain salah, maka dunia tidak akan pernah tenteram karena yang ada hanyalah saling curiga yang kemudian mudah di provokasi yang dapat menimbulkan kekerasan. Yah.... seperti yang terjadi saat ini di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Demikian Mbak, sharing dari saya, semoga berkenan.

Salam kasih,
Retno Gun
jakawetan
Posts: 3
Joined: Mon Apr 14, 2008 11:14 pm

Re: Sama atau beda

Post by jakawetan »

halao.... slm kenal nih .....
to mb or mas watisaja , di sini bukan utk melihat beda atau tidak mslh antara yg itu dan yg ini sebabnya akan menimbulkan suatu pembenaran relatif menurut pandangan masing2.
tp disini sy ketahui pemahaman utk pemberdayaan diri pribadi seseorang utk dapat merespon rasa dari dalam pribadi tsb biar tdk gampang terdoktrin dari luar yg kebenarannya blm tentu jg ( bs dibilang pelajaran kontrol diri ) .... ok..... ;)
joko sukisno
Posts: 7
Joined: Fri May 02, 2008 9:01 pm

Re: Sama atau beda

Post by joko sukisno »

Bagi saya kalau saya masih orang hidup sama saja, sama sama hidup. tetapi kalau berbicara laku bisa beda,laku tiap orang tidak akan pernah sama walau mereka sama sama menjalani laku, artinya tingkat keyakinan orang bisa naik turun setianya terhadap hidup atau uripnya yang mengayomi siang malam bisa beda beda walau sama sama menggunalkan alat yang sama, sama sama menggunakan sepeda yang satu bisa jatuh yang lain bisa terus melenggang sampai tujuan. Orang bergama/berkepercayaan sebenarnya menjalankan laku dengan alat yang udah ditentukan patokannya atau ada standar yang udah disepakati bersama...ini haram ,ini gak boleh, ada patokannya. Patokan2 tsb penuh pemahaman yang berat kalau mau sampai.....padahal waktu pemahaman bisa dipakai langsung utk laku .....tanpa menghafal perintah bersihkan yg kotor rasanya mendesak mengerjakan orang langsung dapat kebaikan dari membersihkan yg kotor.
tujuh_langit
Posts: 10
Joined: Fri Apr 25, 2008 11:52 am

Re: Sama atau beda

Post by tujuh_langit »

kalau bicara sama atau beda sebenarnya adalah sama dan tidak ada bedanya sama sekali. kalau anda mempercayai dan benar benar paham dengan ajaran agama yang anda peluk saat ini dan memang apa yang anda lakukan setiap hari sesuai dengan tuntunan agama anda untuk melaksanakan cinta kasih, kasih sayang, dan saling menghargai orang lain disekitar kita, maka... saya bisa memastikan kalau anda pasti bisa memahami pemahaman yang kami laksanakan saat ini.
watisaja
Posts: 2
Joined: Sun Apr 27, 2008 11:14 pm

Re: Sama atau beda

Post by watisaja »

Dharma kalian begitu berat, apakah dalam aplikasi keseharian kalian sanggup menghadapi benturan-benturan tuntutan hidup kalian secara pribadi ataupun umum dalam berkehidupan di masyarakat?
yopie
Posts: 14
Joined: Tue Jul 08, 2008 9:41 pm

Re: Sama atau beda

Post by yopie »

Rahayu. Salam kenal buat watisaja. Dan bagi para khadang yg saya kasihi. Segala yg kiranya kita anggap sulit itu biasanya cuma rasa takut dan khawatir di awal dari diri kita sendiri. Namun setelah kita mencobanya dan telah mengetahui makna juga mengenalnya semua itu terasa sangat mudah dan tidak akan menjadi beban, malah akan menjadi penuntun untuk menjalani hidup ini dgn damai dan bahagia, begitulah pengalaman saya , Rahayu.
heru suherno
Posts: 3
Joined: Thu Mar 19, 2009 2:40 pm

Re: Sama atau beda

Post by heru suherno »

Salam kenal juga kepada Saudara/Saudari Watisaja !
kami sepakat dengan pendapat Ibu Retno Gunawan kalau ditanya tentang PERSAMAANNYA adalah bila kita sama-sama meyakini bahwa Alam semesta dan seisinya (termasuk manusia) itu berasal dari Tuhan YME. Sehingga kelak (diharapkan) apabila meninggal maka raga dan rohnya HARUS kembali kepadaNYA (“SEMPURNA”).
Sedangkan tentang PERBEDAANNYA sesungguhnya memang BERBEDA dengan paham-paham agama yang sudah ada/kepercayaan yang lainnyna. Pada individu penganut paham-paham agama yang sudah ada apabila ditanya "apa Agama-mu" pasti akan menjawab dengan jelas dan tegas "Agama A, Agama C/D dst".
Namun apabila kami ditanya tentu kami tidak akan bisa menjawab seperti saudara-saudaraku tadi, karena apa yang kami ikuti memang bukan Agama.
Beberapa tentang perbedaanya adalah sebagai berikut :
1. Tentang “Kitab Suci”
Agama punya Kitab Suci berupa buku, kami tidak mempunyainya. Lalu mungkin Saudara akan bertanya "lalu apa yang dijadikan panduan untuk menyembah kepada Tuhan/Allah Yang Maha Kuasa?"
Disinilah salah satu perbedaanya, kami tidak mempunyai Kitab Suci seperti yang saudara maksudkan, tapi bukan berarti kami tidak punya panduan seperti Saudara-saudaraku yang lain, Kitab panduan kami adalah adalah kami baca (tepatnya kami Rasa-kan) dari diri pribadi kami sendiri.
Sebagai gambaran metodenya mungkin dapat kami perjelas seperti seorang Bayi, siapa yang mengajari Bayi itu bisa menangis, tertawa, makan, minum, pipis dan pup? tak lain adalah diri pribadinya sendiri, hidup (Urip) nya sendiri.
Keistimewaan bahasa “Hidup/Urip” diseluruh dunia sama tidak akan berbeda.
Khusus bagi Putra Romo tentu sudah paham dengan Sabdanya bahwa para Putra sudah disabda menjadi “Kitab Suci Sejati Adamakna Pribadi”.
2. Tentang “Sembah”
Ada banyak cara manusia didunia untuk menyembah Tuhan/Allah Yang Maha Kuasa, dengan cara ke Masjid, Gereja, Pure, Klenteng, Kuil/Vihara dan rata-rata merekan mengartikan “Memuja”-Nya.
Kami meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa disebut “Maha” (Maha Kuasa, Maha Besar, Maha Suci dll…) itu tidak ada kata-kata agung yang bisa menggambarkan atau mengukur-Nya, kalau seandainya luas tidak ada yang bisa mengukur, seandainya besar / tinggi tidak ada yang bisa mengukur. Bagaimana kami bisa mengukur sedangkan menghitung jumlah rambut dan bulu kami sendiri tidak bisa. Pendeknya seluruh kata-kata agung didunia ini yang dapat digunakan untuk menggatikan/mengukur ke-Agungan-Nya.
Lalu apa artinya “Sembah” bagi kami? Arti sembah bagi kami adalah menyatukan diri kami dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, menyatukan Rasa diseluruh tubuh kami dengan Tuhan Yang Maha Suci. Bagaimana bisa? Tentu bisa bagi yang sudah mengerti Kunci-nya.
Khusus bagi Putra Romo tentu sudah paham bahwa KUNCI-nya.
3. Tentang “Amal/Ibadah”
Tentang Amal/Ibadah atau dalam bahasa jawa sering disebut “Laku”, pada Agama / Kepercayaan lain diperlukan Amal/Ibadah atau”Laku” untuk mencapai kemurnian/kesucian/Fitri diri. Ada yang berpuasa, ada yang berzakat dan lain-lain yang ditujukan untuk mendekatkan kepada-Nya.
heru suherno
Posts: 3
Joined: Thu Mar 19, 2009 2:40 pm

Re: Sama atau beda

Post by heru suherno »

Maaf berhubung no. 3 tentang Amal/Ibadah yang terputus kami lanjutkan lagi :

3. Tentang “Amal/Ibadah”
Tentang Amal/Ibadah atau dalam bahasa jawa sering disebut “Laku”, pada Agama / Kepercayaan lain diperlukan Amal/Ibadah atau”Laku” untuk mencapai kemurnian/kesucian/Fitri diri. Ada yang berpuasa, ada yang berzakat dan lain-lain yang ditujukan untuk mendekatkan kepada-Nya.
Jadi bagi kami bukan Amal/Ibadah atau”Laku” untuk mencapai Suci atau Fitri akan tetapi kami harus benar-benar menyatu dengan yang Maha Suci.
Bukan proses menuju Suci akan tetapi sudah Menyatu dengan Maha Suci.
Perlu dimengerti bahwa Suci itu sendiri belum sempurna bila belum menyatu dengan Maha Suci.
Khusus bagi Putra Romo tentu sudah paham bahwa KUNCI itu Kumpul Nunggal Suci atau Kumpule sakabehing kang Suci, jadi kalau bagi Putra yang diperlukan adalah "PANGOLAH PANGRENGGO" (Selalu berusaha untuk menyatukan diri dengan "URIP" / selalu "ELING")

Sementara itu dulu Saudara/Saudari Watisaja yang dapat kami sampaikan, rasanya terlalu panjang untuk kami tulis disini. Kami mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan bagi Saudara/Saudari Watisaja dan Saudara-saudaraku yang lain yang kami cintai.
tpranata
Posts: 4
Joined: Thu May 01, 2008 8:58 am

Re: Sama atau beda

Post by tpranata »

Salam untuk sdr watisaja. Bicara mengenai alasan sesorang menganut kepercayaan terhadap Tuhan bisa bervariasi, alasan saya pribadi menghayati paham ini mungkin berbeda dg orang lain. Sebelum menghayati paham ini saya adalah pengikut salah satu agama yg ada di indonesia. Bertahun tahun saya mengikuti ajaran agama, sayang sekali dalam pelaksanaan sehari hari ada "sesuatu yg terlewatkan/terabaikan" ketika mengikuti segala aturan yg ada dari agama tersebut. "Sesuatu" yang sebenarnya merupakan inti dari segala ajaran agama. Dalam ajaran agama yg dulu saya anut ada kesan bahwa Tuhan itu adalah Suatu yang sangat jauh (seakan akan digambarkan keberadaannya sangat jauh di langit atas), hal ini mengakibatkan saya merasa jauh dari Tuhan dan akibatnya terasa asing dan tidak kenal. Inilah yang saya maksudkan dengan sesuatu yang terlewatkan ketika seseorang menjadi sibuk dengan segala aturanya. Ini tidak berarti aturan dan syariat tidak penting krn sebenarnya ini juga diperlukan sebagai proses untuk mencapai "inti tujuan orang beragama" yaitu mengenal Tuhan alam semesta. Ketika pertama kali saya belajar paham kepercayaan ini (Kunci dsb) timbul perasaan yang begitu indah: rasa bahagia, rasa haru yg tdk bisa saya uraikan dengan kata kata. Suatu pesona yang luarbiasa dalam batin. Nah ternyata batin ini disentuh dengan teknik yang unik dari ajaran ini, dan dengan penghayatan ajaran ini selama 25 tahun saya merasa dekat dengan Tuhan (ya sesungguhnya Tuhan itu memang lebih dekat dari urat nadi kita), dan hal ini tdk saya rasakan ketika hanya melulu mengikuti ajaran agama . Saya tidak mau berdebat masalah perbedaan antara kepercayaan dan agama, karena sesungguhnya saya mengajarkan pada anak anak sendiri agar tetap dengan keyakinan syariah agamanya tetapi dilengkapi dengan paham kepercayaan ini, dengan demikian bagi anak anak saya tidak masalah dengan lingkungan masyarakat tetapi dengan kualitas penghayatan terhadap eksistensi Tuhan yang lebih baik (menyatu rasa dengan Tuhan Yang Maha Suci). Bagi saya yang terpenting adalah bagaimana bisa mengenal Tuhan dengan lebih intensif (olah roso) apapun agama atau kepercayaan yang dianut.
Selanjutnya utk mas jokowetan, apa kabarnya mas? saya kehilangan no hpnya, tolong sms ke saya ya (08883645260)
Post Reply