Peringatan Sabdo Honocoroko di Jepara, Jateng

Berita Kapribaden, disampaikan oleh Pengurus Pusat Paguyuban Penghayat Kapribaden.
Forum rules
Berita Kapribaden, disampaikan oleh Pengurus Pusat Paguyuban Penghayat Kapribaden.

Peringatan Sabdo Honocoroko di Jepara, Jateng

Postby Moderator3 on Sat Jul 20, 2013 9:59 pm

Sambutan Pinisepuh Paguyuban Penghayat Kapribaden
dalam rangka Peringatan 35 Th Sabdo Honocoroko
----------------------------------------------------------------------

Salam kekadhangan, RAHAYU !

Yang saya hormati Direktur Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Bp. Drs. Gendro Nurhadi, M.Pd.
Yang saya hormati Bapak Bupati Jepara, atau yang mewakili.
Yang saya hormati Bapak dan Ibu Anggota DPR dan Muspida Kab. Jepara.
Yang terhormat Para Undangan dan Para sesepuh Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa se Kab. Jepara.
Serta yang saya banggakan dan saya tresnani, para kadhang Putro Romo Herucokro Semono.

Sungguh berbahagia malam ini kita dapat berkumpul disini untuk memperingati Sabdo Honocoroko.

Pertama tama saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Jepara yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada Pengurus Kapribaden Kabupaten Jepara, sehingga acara ini dapat terselenggara.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Bp. Drs. Gendro Nurhadi, MPd, yang akhirnya dapat menghadiri acara ini. Mungkin baru kali ini Bapak hadir ke Jepara untuk menghadiri acara yang dilaksanakan oleh penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME.

Bapak dan Ibu para undangan yang saya hormati,
Mungkin Bapak Ibu bertanya-tanya, apa sih yang dimaksud Sabdo Honocoroko oleh warga Kapribaden?
Bagi warga Kapribaden, Sabdo Honocoroko adalah sabdo dari Sesepuh kami Romo Herucokro Semono yang disampaikan dan ditulis dengan huruf jawa. Dan untuk mempermudah mengingat dan menyebutkannya, maka kami menyebutnya sebagai Sabdo Honocoroko.

Semasa hidup beliau, begitu banyak sabdo yang disampaikan oleh Romo Herucokro Semono kepada Putro-putronya baik secara pribadi pribadi maupun untuk kepentingan seluruh Putro Romo, tetapi hanya satu Sabdo ini yang beliau tulis. Sabdo tersebut berbunyi :
“ROMO mangestoni Putro Putro kudu ngakoni Putro ROMO”

Bapak Ibu para undangan yang saya hormati dan para kadhang Putro Romo yang saya banggakan,
Sabdo tersebut disampaikan Romo Herucokro Semono pada tanggal 29 April 1978 kepada almarhum Dr. Wahyono Raharjo GSW, MBA yang waktu itu datang bersama saya dan 3 (tiga) orang kadhang yang lain.
Romo dawuh agar kami menyampaikan sabdo tersebut kepada Putro Putro Romo yang lain dengan memfotocopy dan membagikan sabdo tertulis tersebut. Pada saat yang sama ketika kami akan pulang, beliau memberikan sebuah tongkat komando galih kelor kepada Dr. Wahyono Raharjo GSW, dengan dawuh lisan kepada beliau.
Dan selanjutnya sabdo tersebut diikuti dengan dawuh dari beliau untuk membentuk paguyuban yang kemudian diberi nama Paguyuban Penghayat Kapribaden. Sesuai petunjuk Romo, maka ini adalah paguyuban raganya Putro Putro Romo, sebagai warganegara Republik Indonesia.

Oleh karena itu, keberadaan Paguyuban Penghayat Kapribaden sangatlah penting karena keberadaan Putro-Putro Romo di dalam wadah ini adalah wujud kebersamaan ”raganya Putro Romo” dalam melestarikan Laku Kasampurnan Manunggal Kinantenan Sarwo Mijil khususnya di wilayah Republik Indonesia. Maka sekali lagi saya sampaikan, bahwa keberadaan Paguyuban Penghayat Kapribaden di Indonesia adalah sebagai wujud kebersamaan ”raganya Putro Putro Romo” untuk ”ngakoni Putro ROMO”, yang artinya menjalankan Sabdo Romo Herucokro Semono, khususnya Sabdo tinulis Honocoroko.

Yang saya tresnani para kadhang Putro Romo Herucokro Semono,
Lalu bagaimana kita menjalankan Sabdo Honocoroko ini secara pribadi?
Tentu saja dengan sungguh-sungguh menjalani Laku Kasampurnan Manunggal Kinantenan Sarwo Mijil, hingga menjadi Putro Romo sesuai dengan ”Kekudhangan” beliau, karena dalam kekudhangannya beliau menguraikan kriteria sebagai Putro ROMO.

Mari kita ingat kembali kekudhangan Romo Herucokro Semono ini :

Heh Putraningsun sami, pro satriyo lan wanito sejati,
mareneo siro sun jarwani. Siro wus sun sabdo dadi
* Kitab suci adam makno wastanipun, iku wujudiro yekti.
Tegese, sasolah tingkahmu yen disawang lan diwoco liyan,
tansah nyenengake.
* Wulangreh sejati iku uniniro.
Sak uni-unimu mahanani tentreming liyan
* Berbudi bowo leksono dadiyo lakuniro.
Pratondo jenengsiro Putraningsun.

Para kadhang Kapribaden yang saya tresnani, kalau kita jujur pada diri sendiri, tentu kita menyadari bahwa sebetulnya secara pribadi pribadi kita belum bisa sempurna menjadi Putro ROMO sesuai kekudhangan itu. Tetapi dengan kebersamaan di dalam paguyuban, maka kita bisa saling asah asuh asih, dan bisa saling ingat dan mengingatkan agar menjadi Putro Romo sesuai kekudangan beliau.

Dengan adanya Paguyuban Penghayat Kapribaden yang keberadaannya telah diakui secara resmi oleh pemerintah, marilah kita bersama-sama meningkatkan laku agar dapat mewujudkan kekudhangan Romo dan melestarikan Laku Kasampurnan ini, sebagai wujud kesungguhan Putro Romo dalam melaksanakan Sabdo Romo Herucokro Semono.

Para kadhang Kapribaden yang saya banggakan,
Dalam rangka ”ngakoni Putro ROMO”, maka Paguyuban Penghayat Kapribaden berencana akan membangun tempat sebagai pusat kegiatan Putro Romo, terutama untuk tingkat nasional.
Tempat yang kami beri nama Sasana Adirasa Kapribaden ini, kami maksudkan agar dapat meluhurkan nama Romo Herucokro Semono yang sangat kita hormati, dan untuk mewujudkan harapan beliau kepada Putro-Putronya agar bisa guyub dan rukun sehingga Laku paringan beliau ini dapat terus lestari dan berkembang. Sasana Adirasa Kapribaden akan dibangun di Desa Kalinongko, Kec. Loano, Kabupaten Purworejo.
Harapan kami Sasana Adirasa ini nantinya dapat menjadi pusat kegiatan dan Putro Putro Romo terutama untuk tingkat nasional. Tetapi kami juga membuka kesempatan masyarakat setempat bila membutuhkan untuk kegiatan-kegiatan desa/kecamatan.

Untuk itu kami harapkan dukungan dari seluruh Putro Romo agar rencana ini dapat segera terealisasi, karena kami harapkan berdirinya Sasana Adirasa ini adalah wujud dari keguyub-rukunan para kadhang Putro Romo. Maka marilah kita menjadi pelaku sekaligus saksi dari salah satu bentuk keguyub-rukunan kita, karena kami tidak ingin pembangunan ini hanya didanai oleh segelintir Putro Romo. Jadi cepat atau lambatnya pembangunannya merupakan wujud keguyub-rukunan kita semua.

Yang terhormat Bapak Ibu para undangan dan para kadhang Putro Romo,
Sebelum saya akhiri, sekali lagi saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah Kabupaten Jepara serta kepada para undangan yang telah bersedia menghadiri acara ini.
Dan tidak lupa kepada para kadhang Pengurus Kapribaden Kabupaten Jepara serta panitia yang telah bekerja keras, saya sampaikan terima kasih dan saya sangat bangga dengan kerja keras para kadhang sehingga Peringatan Sabdo Honocoroko ini berjalan dengan baik dan sukses.
Selamat menyaksikan pagelaran wayang dengan dalang kadhang kita dari Cilacap yaitu Ki Joko Kondobuwono. Lakonnya adalah Parikesit Krido yang sudah pernah diwayangkan pada bulan November 2012.
Akhir kata, Selamat memperingati 35 tahun Sabdo Honocoroko.

Rahayu Rahayu Rahayu...

Jepara, 28 April 2013
Hartini Wahyono
Moderator3
~
 
Posts: 7
Joined: Mon Mar 03, 2008 6:38 pm

Return to Berita Kapribaden

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 2 guests