Kapribaden Header
Home Romo Herucokro Semono Kapribaden Organisasi Pengalaman Sejati Tanya Jawab F.A.Q. Kontak
 
Home ¬Ľ Kapribaden ¬Ľ Buku Hidup Bahagia ¬Ľ Halaman 7
 
Buku Hidup Bahagia
   
Halaman : [1] ... [5] [6] [7] [8] [9] ... [33]
 

 

Romo Semono wafat tanggal 3 Maret 1981, dan dimakamkan di Kalinongko, Loano, Purworejo. Romo Semono tidak dikaruniai anak.¬† Tetapi meninggalkan ratusan ribu, mungkin jutaan Putro, yang tersebar di mana mana. Dan peninggalan beliau yang paling berharga adalah Sarana sarana Gaib, bagi mereka yang ingin Hidup bahagia (Tentrem), agar bisa menjalani dan mencapai ‚ÄúKasampurnan Jati‚ÄĚ pada saatnya masing masing.

Tinggalan beliau yang terakhir inilah yang sampai sekarang, dipelihara (‚Äúdhipepetri‚ÄĚ) dan dilestarikan oleh Putro-putronya.¬† Dilestarikan, dalam arti tetap dihayati dan diamalkan dan diberikan kepada siapa saja yang menghendaki, tanpa memandang perbedaan apapun yang ada pada manusianya.¬† Jadi, sifatnya universal.


M A N U S I A

Manusia, seperti kita ketahui, terdiri dari  Badan (Raga)  dan Hidup (Nyawa, Rokh, Soul).

Raga manusia, dibentuk dari unsur unsur :

  1. Tanah (zat zat kimia organik dan anorganik);
  2. Air (kira kira 70% tubuh manusia terdiri dari air);
  3. Hawa (gas);
  4. Api (energy atau kalori);


Unsur unsur itu, melalui proses bio-kimia, pada Bapak menjadi sperma (sel mani), dan pada Ibu menjadi sel telur.  Pertemuan sel mani dan sel telur, membentuk Raga.Kalau penyatuan sel mani dan sel telur itu dimasuki Hidup, barulah akan berkembang menjadi mudigah (embriyo), menjadi bayi, yang akhirnya dilahirkan di dunia.

Manusia itu, Raganya terdiri dari 7 (tujuh) lapis,  yaitu :

  1. Rambut;
  2. Kulit;
  3. Daging (bahasa ilmiahnya otot);
  4. Otot (bahasa ilmiahnya saraf);
  5. Tulang;
  6. Sungsum;
  7. Darah (semua cairan tubuh)

7 lapis ini, yang dalam Ketuhanan sering disebut dengan berbagai sebutan kiasan.

Hidup
, berasal dari Tuhan Yang Maha Esa disebut Rokh Suci, karena berasal dari Maha Suci.   Setelah menyatu dengan Raga, disebut Hidup (Urip),  karena sudah tidak suci lagi.

Raga
,  bagaimanapun, sejak pembuahan, sudah tidak suci.  Karena kedua orang tua, betapapun kesadarannya akan fungsi meneruskan keturunan, tidak akan berbuat, kalau tidak disertai nafsu. Ini yang menyebabkan Raga, sejak asalnya sudah tidak suci.  Ketidak sucian Raga, ikut mengotori Rokh Suci.

Maka, bayi yang baru lahirpun sudah tidak suci. 

Bayi yang baru lahir, tahu, kalau lapar menangis, agar diberi makan (susu) oleh ibunya atau orang lain.

Siapa yang mengajari bayi itu?

Bayi itu diajari oleh Guru Sejatinya, yaitu Hidup.

 
Anda Pengunjung Ke : 822006
Copyright © 2005-2008 Kapribaden - V.1. All rights reserved.