Kapribaden Header
Home Romo Herucokro Semono Kapribaden Organisasi Pengalaman Sejati Tanya Jawab F.A.Q. Kontak
 
Home ¬Ľ Kapribaden ¬Ľ Buku Hidup Bahagia ¬Ľ Halaman 1
 
Buku Hidup Bahagia
   
Halaman : [1] [2] [3] [4] [5] ... [33]
 

HIDUP BAHAGIA
YANG DIAKHIRI DENGAN MENCAPAI
KASAMPURNAN JATI

Oleh : Dr. Wahyono Raharjo GSW., MBA 


PENDAHULUAN

Buku ini, isinya bukan merupakan pedoman atau patokan mati.¬† Artinya, siapapun yang berminat, mencapai¬† kebahagiaan hidup sejati di dunia ini, dan ingin kalau saatnya tiba, bisa mencapai ‚ÄúKasampurnan Jati‚ÄĚ, lakunya tidak harus, bahkan tidak benar, kalau berpedoman atau berpatokan pada isi buku ini (dijadikan semacam patokan, apalagi dogma).

Buku ini isinya hanya memberikan petunjuk, bagaimana seseorang bisa berguru pada Guru Sejati-nya sendiri, yaitu Hidupnya sendiri, atau Rokh-nya sendiri (His or Her own Soul).

Yang harus diikuti oleh tiap orang adalah petunjuk yang paling baik dari Hidup-nya sendiri.

Hidup yang bisa memberikan petunjuk yang paling baik (beciking becik) dan paling benar (benering bener) bagi tiap orang, secara individual (pribadi).  Karena Hidup itu yang berasal dari Maha Hidup, yaitu Tuhan Yang Maha Esa (Hidup yang meliputi, menggerakkan dan  menguasai alam semesta seisinya - Urip kang ngalimpudhi, ngobahake lan nguwasani jagad royo saisine).  Dan hanya Hidup, yang nantinya kembali (seharusnya) kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hidup yang tahu, apa dan bagaimana Raganya (manusianya) setiap saat harus berbuat, selama masih di dunia, agar senantiasa dalam keadaan Bahagia Sejati.

Bahagia Sejati itu adalah dalam Rasa yang kita alami, yang berubah-ubah.

Kalau kita menjalani kehidupan dan penghidupan di dunia ini mengikuti jalannya Hidup, maka kita akan menjalani kehidupan dan penghidupan kita dengan diliputi selalu Rasa Bahagia yang sejati.

Selain itu, ‚Äúperjalanan hidup‚ÄĚ kita, tidak akan menyimpang dari lingkaran Hidup itu sendiri (the life cycle). Artinya, kita tidak membawa Sang Hidup untuk menyimpang dari ‚Äúperjalanan ‚Äú yang seharusnya ditempuh, yaitu dari Tuhan, lalu berada di dunia dengan raganya, kemudian lepas dari raganya, dan langsung bisa kembali ke asalnya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.¬† Tanpa harus menunggu jutaan tahun.

Tidak sedikit, manusia yang hidup sekarang ini, dijaman yang dikatakan maju, modern, sekalipun terpenuhi segala kebutuhan materiilnya, bahkan kebutuhan emosionalnya, tetapi kehilangan Rasa Bahagianya yang sejati.  Paling paling hanya akan merasakan senang sebentar, lalu hilang dan berusaha senang  lagi, dan seterusnya.

Tidak sedikit, keluarga keluarga yang sudah kehilangan keharmonisan, keserasian, kebahagiaan dalam berkeluarga.  Sesuatu yang didambakan setiap orang saat ingin membangun suatu keluarga.

Semua itu, karena manusia melupakan, bahwa dalam dirinya ada Hidup (Rokh, Soul)-nya.  Tanpa Hidup, segala yang ada tidak berarti dan tidak punya nilai lagi.

 
Anda Pengunjung Ke : 696578
Copyright © 2005-2008 Kapribaden - V.1. All rights reserved.